Teaching Factory

TEACHING FACTORY SMKN 15 BANDUNG

  1. PENDAHULUAN

Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja pada bidang tertentu. Hal ini sesuai dengan amanat UU No. 20 tahun 2003 Bab 2 Pasal 3 :

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

 

Berdasarkan fungsi pendidikan yang tertuang dalam undang-undang tersebut, lembaga pendidikan kejuruan atau yang disebut Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berfungsi sebagai lembaga pencetak tenaga kerja yang berilmu, kreatif, mandiri, terampil, dan kompeten di bidangnya. Namun tentu saja tenaga kerja yang dihasilkan pendidikan kejuruan harus bisa selaras dengan kebutuhan dunia industri untuk bisa bersaing di dunia kerja yang sebenarnya. Oleh karena itu, peningkatan keahlian sumber daya manusia harus menjadi prioritas utama dalam rangka meningkatkan kualitas lulusannya.

Pada kenyataannya, lulusan SMK banyak yang menganggur karena lulusannya tidak layak diserap oleh lapangan kerja. Tambahan pula, dengan adanya revolusi insustri ke-4, yaitu integrasi dunia online dengan produksi, akan menyebabkan sekitar 2 miliar pekerja di seluruh dunia berisiko kehilangan pekerjaan. Hal ini tentu saja menjadi tantangan besar bagi SMK untuk meningkatkan kualitas tamatannya. Untuk mengatasi hal tersebut, SMK harus mengutamakan pengembangan sistem pendidikan yang berorientasi pada peningkatan tamatan yang benar-benar profesional, memiliki etos kerja, disiplin dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya bangsa serta berakhlak mulia.

Dunia usaha atau dunia industry (DU/DI) merupakan sasaran dari proses dan hasil pembelajaran SMK mempunyai karakter dan nuansa tersendiri. Oleh karena itu, SMK dalam proses pembelajarannya harus bisa membuat pendekatan pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan keinginan dunia industri. Salah satu model pendidikan yang cocok adalah dengan menerapkan Teaching Factory dalam proses belajar mengajar di SMK.

Teaching factory merupakan model pembelajaran berbasis industri (produk dan jasa) melalui sinergi sekolah dengan DU/DI untuk menghasilkan lulusan yang kompeten sesuai dengan kebutuhan pasar. Teaching Factory mengintegrasikan proses pembelajaran untuk menghasilkan produk maupun jasa yang layak jual untuk menghasilkan nilai tambah untuk sekolah (Direktorat Pembinaan SMK, 2008). Artinya, proses Teaching Factory dapat menanamkan jiwa kewirausahaan bagi peserta didik. Melalui proses Teaching Factory, peserta didik dapat menghasilkan produk barang dan jasa yang memiliki nilai tambah dengan kualitas yang bisa diserap dan diterima oleh masyarakat. Menurut Moerdiyanto (2009), yang perlu diperhatikan dalam produksi barang dan jasa antara lain: (1) produk apa yang dibutuhkan di pasar, (2) mengapa produk tersebut dibeli, (3) siapa pembeli, (4) bagaimana proses pembelian, (5) bagaimana mutu dan penampilan produk, (6) bagaimana modelnya, (7) bagaimana merk-nya, bagaimana palayanan dan garansinya.

Dalam konsep sederhana Teaching Factory merupakan pengembangan dari pendidikan sistem ganda, yaitu Competence Based Training (CBT), dan Production Based Education and Training (PBET) yang dilaksanakan oleh SMK. Hal ini disesuaikan dengan pernyataan yang disampaikan oleh Triatmoko (2009: 35), bahwa SMK masih kesulitan untuk menerapkan pendidikan berbasis produksi. Oleh karena itu dimunculkan istilah Teaching Factory yang mengharuskan sekolah memiliki tempat untuk peserta didik melaksanakan pembelajaran praktik yang dirancang sedemikian rupa sehingga menyerupai lingkungan kerja.

Sebagai perwujudan nyata implementasi UU No. 20 tahun 2003 untuk meningkatkan kualitas lulusan SMK, SMKN 15 Bandung menerapkan konsep Teaching Factory dalam pembelajaran di sekolah mulai Tahun Pelajaran 2018 – 2019. Program Teaching Factory merupakan langkah positif yang ditawarkan pihak SMKN 15 Bandung kepada peserta didik guna mengembangkan jiwa enterpreneur, dengan harapan tamatan SMKN 15 Bandung mampu menjadi aset daerah dan bukan menjadi beban Kota Bandung khususnya, negara Indonesia pada umumnya.

 

 

Tujuan diciptakannya program Teaching Factory di SMKN 15 Bandung adalah :

  1. Meningkatkan kualitas pendidikan agar lulusan SMKN15 Bandung benar-benar merupakan tenaga kerja terampil dan layak kerja di dunia usaha, sesuai bidang atau kompetensi keahlian masing-masing.
  2. Memberikan kesempatan kepada peserta didik dan guru untuk mengerjakan pekerjaan praktik yang berorientasi pasa
  3. Sebagai wadah pelatihan dalam pembentukan mental kerja sebelum peserta didik melaksanakan PKL atau terjun ke dunia kerja setelah lulus.
  4. Menjalin hubungan yang lebih baik dengan dunia usaha/industri atau masyarakat lain atas terbukanya fasilitas untuk umum.
  5. Meningkatkan kreativitas guru dan peserta didik.
  6. Menumbuhkan sikap profesional produktif peserta didik dan guru.
  7. Melatih kemandirian, percaya diri, dan jiwa berwirausaha.
  8. Meningkatkan kualitas lulusan dalam berbagai segi terutama dalam hal pengetahuan dan keterampilan

 

  1. DASAR HUKUM TEACHING FACTORY

Dasar hukum pelaksanaan Teaching Factory adalah sebagai berikut:

  1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
  2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025.
  3. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian.
  4. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.
  5. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.
  6. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan.
  7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2015 tentang Pembangunan Sumber Daya Industri.
  8. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2015 tentang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  9. Peraturan Presiden Nomor 41 Tahun 2015 tentang Kementerian Badan Usaha Milik Negara.
  10. Instruksi Presiden Nomor 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan.
  11. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2008 Tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan(SMK/MAK).
  12. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.
  13. Peraturan Menteri Perindustrian Nomor  3 Tahun 2017 tentang Pedoman dan Pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan Berbasis Kompetensi yang Link and Mach dengan Industri.

 

 

 

  1. TEACHING FACTORY SMKN 15 BANDUNG

Teaching Factory (TEFA) SMKN15 Bandung akan melaksanakan beberapa kegiatan yang menghasilkan produk dan jasa sesuai dengan 4 kompetensi keahlian yang ada di lingkungan sekolah dan memberdayakan fasilitas kantin yang ada di lingkungan sekolah.

  1. Kompetensi Keahlian Pekerjaan Sosial
  • Tersedianya jasa penitipan anak di sekolah bernama “PERMATA HATI eduCARE”.
  1. Kompetensi Keahlian Perhotelan
  • Tersedianya educational hotel bernama “edOTEL GATSOE BANDUNG”
  • Tersedianya jasa pekerja Casual Housekeeping untuk dunia usaha/industri hotel, lembaga maupun yayasan.
  • Tersedianya jasa pekerja Casual Service untuk dunia usaha/industri hotel, restauran maupun jasa catering.
  • Tersedianya jasa laundry bernama “LIBELS eduLAUNDRY”.
  1. Kompetensi Keahlian Tata Boga
  • Tersedianya jasa pekerja Casual Service untuk dunia usaha/industri hotel, restauran maupun jasa catering.
  • Tersedianya jasa pekerja Casual Product untuk dunia usaha/industri hotel, restauran maupun jasa catering.
  • Tersedianya produk makanan / minuman yang dijual di lingkungan sekolah yaitu di café sekolah yang bernama “LIBELS YOUTH CAFÉ”.
  • Tersedianya produk makanan / minuman untuk catering acara-acara tertentu yang disediakan oleh catering Tata Boga bernama “LIBELS eduCATERING”.

4. Kompetensi Keahlian Multimedia

  • Tersedianya jasa pengetikan, pengeditan, dan print, design kaos dan spanduk, shooting acara-acara tertentu oleh “d’MUDIA eduCREATION”.
  • Tersedianya buletin sekolah.

STRUKTUR ORGANISASI TEACHING FACTORY